Sejarah Tentang Sebuah Pengakuan

Terbentur pada tembok pemisah yang sangat tebal

yang dibangun dari pasir ketidakpercayaan

dan semen-semen kerapuhan hati atas apa yang terjadi masa itu,

Wajah binatang berkeliaran bebas di sepanjang perjalanan

Dan mereka hanya tertawa atas sebuah pengakuan

Atas cita yang terpancar ingin di akui

Deting berjalan perlahan cepat, tinggalkan rasa dan lupakan cinta

Tidak jelas mengapa menjadi seperti ini?

Terlalu naïf menunggu sang penyelamat kan datang

Karena dia takkan pernah datang

Bahkan malaikatpun menjadi seekor binatang kelak

Melankolis akhirnya pun juga akan menjadi seorang yang munafik

tak henti berteriak di sepanjang makam

Menunggu setan-setan melayat atas kepergiannya….

Mungkin lebih baik meninggal sebelum diakui

Biar menjadi sejarah untuk putra-putri kesedihan kelak

About jojkalien

ingin tempatkan beberapa idealis untuk kelestarian alam View all posts by jojkalien

Komentar kalian

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: